Warga Asing Dapat Memiliki Apartmen di indonesia

REPUBLIK62.COM,   Pemerintah mengizinkan warga negara asing (WNA) mempunyai hak milik atas apartemen atau rumah susun sebagaimana diatur dalam omnibus law Undang-undang Cipta Kerja. Pelaku industri menyambut baik aturan ini dan berharap bisa semain menggairahkan bisnis properti dalam negeri dan bersaing dengan negara Asia.

Sekretaris Perusahaan  PT Intiland Tbk (DILD), “peraturan kepemilikan properti oleh asing sudah ada sejak lama. Namun, hal ini sulit diterapkan salah satunya kerena masalah sertifikat atas hak tanah yang kemudian di UU Cipta Kerja direlaksasi dengan hak guna bangunan (HGB)” Katanya Theresia Rustandi.

"diPerlukan nya sinkronisasi antara Tata Ruang (ATR)dan Kementerian Agraria, Imigrasi dan Notaris supaya bisa jalan dengan baik," katanya Theresia Rustandi, Jumat (9/10).

Theresia berharap  agar kedepanya  relaksasi kepemilikan asing ini bisa menjadi penggerak untuk perekonomian, khususnya industri property yang telah menurun. Sebab, Indonesia dinilai telah kehilangan banyak kesempatan, terlebih ketika pandemi Covid-19 merebak di dalam negeri.

"Banyak para  investor asing mencari properti di Asia. Mereka memilih investasi di Malaysia, Thailand , singapura dan  Vietnam, sedangkan kita gigit jari," ujarnya.

Pengamat properti dan CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan, kepemilikan asing untuk properti rusun atau apartemen di Indonesia lebih disederhanakan dengan adanya Undang-undang Cipta Kerja. Hal ini bisa memberi angin segar, meski dampaknya mungkin tak signifikan.

Related Posts